Senin, 31 Januari 2011

kayak HANTU

Ada sobat yang bilang, “cinta itu kayak hantu”. Ehmmm… mungkin untuk yang itu gw setuju. Mungkin lo bingung hubungan ‘cinta’ sama ‘hantu’, tapi bagi gw keduanya saling berhubungan, dan gw takut hantu.  Gw tau, otak dan hati gw masih bermain di masa yang sudah lewat. Dan gw sadar, klo gw payah , benar-benar payah malah. Tongkat buat nopang gw dari jatoh aja gw gak punya, mungkin ketika gw berusaha berdiri lalu tiba-tiba terjatuh kembali, itu akan membuat luka makin parah dan akan lebih sakit. Tapi mungkin, akan lebih mengasyikan jika gw paksain buat berjalan dengan luka yang ada, lalu makin lama luka itu akan mengering dan tak lama akan sembuh dengan sendirinya. Dan untuk itu semua, mereka hanya berkata, “itu semua tergantung dari lo nya sendiri”.  Dan kemarin saya menonton film, salah satu pemerannya berkata, “klo lo fikir sakit hati itu bakal ninggalin lo gitu aja, yaa gak lah, tapi mungkin bisa disimpan baik-baik atau dikubur dalem-dalem”. So, sepertinya memang benar, segala hal itu, kita sendiri yang membuatnya kan?
Dan semuanya bukan tentang siapa yang datang atau pergi, tetapi tentang yang menjadi berbeda.
Yang membuat tersenyum lebih baik dibanding tertawa, yang membuat berjalan lebih baik dibanding berlari, dan yang membuat nyanyian rindu dibawah air hujan.
Lepas dari segala hal tentang itu, bersepeda sendirian di sore hari masih menyenangkan. Heheheee.

2 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bener juga sih. cinta dirasa tapi gak keliatan. jadi kayak hantu ya. hehee

Shally mengatakan...

@mba Fanny >> hehheheee iya mba :) tapi kayaknya hantu masih aja serem hehehee :p